Karawang, 5 september 2017
Satu tahun yang lalu sekitar bulan mei 2016 aku berkenalan dengan seseorang melalui salah satu akun media sosial yang aku miliki, orang itu bernama Franky Sariyowan. Awal perkenalan aku masih tidak terlalu menanggapi, namun dia terus saja mengirimkan pesan lewat Messenger untuk bisa bercakap-cakap dengan aku. Dan akhirnya aku pikir apa salah nya untuk mencoba ngrespon chat dia dalam hati ku toh sekarang status ku single. Lambat laun aku merasakan semakin asik mengobrol dengan nya lewat chating, aku merasa terhibur atas kehadiran nya karena saat itu aku sedang merasakan galau hebat karena aku habis putus dari mantan aku yang sudah berhubungan selama 4 tahun lebih. Entah mengapa aku betah sekali chating lama-lama dengan nya walaupun hanya sebatas bercanda, akhirnya obrolan pun berlanjut dengan saling tukar nomer handphone dan pin BBM. obrolan pun makin sering bahkan kalau dia telpon bisa sampai berjam-jam, disitu aku mulai merasa nyaman dan mulai merasa ingin tahu tentang dia lebih banyak lagi. Namun ada disitu yang menjadi satu perbedaan yaitu masalah keyakinan, pada waktu itu aku masih pengikut yesus sedangkan dia seorang muslim. Sebulan berlalu Hubungan kami pun semakin terasa dekat, sampai akhirnya dia Meminta alamat tempat tinggal ku dan minta di persilahkan untuk main ke tempat tinggalku. Tanpa ragu aku pun langsung memberikan alamat tempat tinggal ku. Dan tepatnya tangga 4 juni 2016 dia datang menemui ku. Awal bertemu masih ada rasa malu malu meskipun saat di telepon kita serasa sudah sangat dekat sekali, apa lagi dengan latar belakang keluarga kami yang tidak terlalu jauh berbeda. Waktu itu aku langsung persilahkan dia masuk ke kamar kost ku. Selang berapa jam kita bercerita entah setan apa yang merasuki Franky pun mulai berani mendekati ku, dan spontan dia langsung mencium ku, hingga akhirnya peristiwa itupun terjadi, kami melakukan hubungan badan yang tidak seharusnya kami lakukan. Dan pertemuan kedua kami pun masih melakukan nya bahkan setiap kami bertemu pasti kami selalu melakukan hubungan terlarang itu. Pernah suatu hari masih di bulan yang sama aku bawa Franky untuk berkunjung kerumah orang tua ku di jakarta. Entah kenapa aku merasa yakin untuk cepat-cepat mengenalkan dia kepada orang tua ku, dan alhamdulillah respon mama ku juga baik. Apa lg mama tau kalau Franky muslim, karena itu satu satu nya keinginan mama agar aku bisa balik lagi menjadi muslim. Sepulang dari berkunjung kerumah mama, Franky mengantar aku pulang ke Karawang, namun pada saat itu karena kondisi sudah malam akhirnya kami menginap di sebuah hotel di kawasan kali malang Bekasi. Dan disitu kami pun masih melakukan perbuatan itu lagi, sampai pada bulan juli akhir aku merasa kan ada yang beda sama diri aku. Aku sering pusing, mual, tidak enak badan, meriang, dan aku cerita sama Franky tentang kondisi ku pada waktu itu. Dan dia curiga katanya kalau aku hamil, dan dia nyuruh aku beli testpeck alat buat cek kehamilan positif atau tidak. Awalnya aku tidak mau mengikuti saran franky karena aku pikir ini pasti bukan itu tapi hanya sakit biasa. Namun aku juga agak merasa takut,, takut apa yang di pikirkan Franky itu benar karena waktu itu aku juga telat haid. Akhirnya aku beraniin diri untuk beli alat test kehamilan itu di apotek, beli yang pertama tidak berhasil karena alat nya rusak mungkin karena aku belum tahu bagaimana cara menggunakannya, dan akhirnya aku beli lagi untuk yang kedua dan sungguh tak pernah aku bayangkan ternyata dugaan Franky benar... Iya aku hamil, alat itu menunjukkan aku positif hamil, langsung seketika badan ku lemas, aku tidak menyangka kalau aku bisa sampai hamil. Aku langsung hubungi Franky tentang hasil itu, dia pun bingung alasan dia,,, dia belum bisa tanggung jawab saat ini karena adik nya masih kuliah dia masih butuh banyak biaya untuk membantu adik nya yang masih kuliah, dan dia pun menjadikan keyakinan kami yang berbeda sebagai alasan dia tidak bisa tanggung jawab saat itu juga. Dan Franky berjanji dia akan menikahiku setelah adiknya selesai kuliah, asalkan aku mau menggugurkan kandungan ku dulu dan aku mau ikut masuk ke agama nya dia untuk menjadi seorang muslim lg. Ya Tuhan entah apa yang harus aku lakukan di satu sisi aku menginginkan anak itu, tapi di sisi lain aku pun belum siap kalau harus mengorbankan keyakinan ku hanya untuk seorang laki laki. Sungguh aku tidak bisa pendam masalah ini sendiri, dan akhirnya aku beranikan bercerita tentang masalah ini ke sahabat aku Nopi karena aku pikir cuma dia yang bisa aku percaya untuk menyimpan rahasia besar ini. Awalnya Nopi pun kaget, dia engga nyangka kalau hal ini bakal terjadi antara aku sama Franky karena Nopi tahu aku kenal Franky belum lama, namun ibarat nya nasi sudah menjadi bubur, dan faktanya saat itu aku sudah mengandung bayi nya Franky. Nopi kasih solusi agar Franky harus tetap bertanggung jawab atas perbuatan nya itu. Lalu aku ceritakan apa yang membuat akhirnya Franky sulit untuk bertanggung jawab saat itu, dan Nopi pun akhirnya mengerti meskipun sangat menyayangkan takut nya Franky lari dari tanggung jawabnya dan tidak menepati janjinya untuk bertanggungjawab, namun pada waktu itu aku yakin kalau Franky tidak akan membohongiku atau mengingkari janjinya. Dan pada awal bulan september 2016 Franky membawa obat penggugur kandungan yang katanya dia beli bersama temannya di jakarta nama obat itu citotek awalnya sempet takut, takut kalau terjadi effect yang berbahaya kalau aku konsumsi obat penggugur kandungan itu, namun franky terus meyakinkan aku kalau tidak akan terjadi apa apa dan dia berjanji akan selalu menjaga aku, engga akan ninggalin aku dan tanggung jawab kepada ku kalau semua sudah beres, dan akhirnya dengan berat hati aku pun mengikuti kemauanya, namun ternyata usaha pertama gagal, janin itu ga juga kunjung keluar dari perut aku, Franky coba lagi beli obat itu untuk yang kedua kali nya dan tepat nya tanggal 18 september 2016 jam 14.00wib akhirnya janin itupun menyerah dan keluar dari rahim aku,,, janin itu masih sepanjang telapak tangan, belum berbentuk sempurna seperti halnya manusia namun sudah kelihatan jenis kelamin nya yaitu laki laki. Kami memberi nama janin itu Tegar Sariyowan. Sedih, kesal dan senang pun bercampur jadi satu saat itu mengaduk aduk perasaan aku sampai akhirnya aku tidak bisa lagi buat menangis, rasa sesak di dada aku yang membuat aku jadi sulit buat menangis, dan keesokan harinya janin itu di bawa oleh Franky ke bekasi untuk di makamin disana, iya pinggir kali malang Franky menguburkan anak kami disana. Ya Allah sudah begitu banyak dosa yang aku lakukan sampai aku berpikir akan kah Allah mangampuni dosa dosa ku, akankah Allah mau memberikan kembali suatu saat nanti anak buat ku... ?? Apakah masih bisa suatu saat nanti aku hamil lagi??? Jika aku sudah menikah nanti...
Ampuni aku Ya Allah Ya Rabb.... Ampuni hamba mu yang sudah banyak berbuat dosa ini. 😧😧
Tidak ada komentar:
Posting Komentar