Kisah ini lanjutan dari cerita "cinta yg salah"
Lama aku tidak menulis di blog pribadi ku
Sekian lama itu juga bnyak cerita yang ingin aku tulis disini.
Masih tentang cerita aku dan kekasihku Franky
Setelah masalah aborsi yang aku lakukan dengan meminum obat citotek itu, aku dan franky masih tetap melanjutkan hubungan pacaran kami. Selama satu tahun setelah kejadian itu kami berdua berkomitmen untuk melanjutkan hubungan kami ke jenjang yang lebih serius.. Yaitu Pernikahan. Itu juga sebagai bukti untuk menunjukkan bahwa franky benar benar akan bertanggung jawab kepada ku atas perbuatan yang pernah di lakukan nya kepada ku tempo hari. Meskipun hubungan kami terbilang sering terjadi konflik, kami sering ribut hanya karena masalah sepele. Dan hal yang paling membuat aku benci dengan sikap nya adalah kegemaran dia chating sama wanita lain di luar sepengetahuan aku. Dan sudah sering kali ketahuan sama aku tapi dia tidak mengaku dan tidak pernah merasa berasalah. Sebenarnya ingin sekali aku akhiri hubungan ini waktu itu. Karena aku rasa franky hanya mempermainkan prasaan aku aja. Tapi ribuan kali aku pertimbangkan.. Aku sudah terlanjur malu dengan keadaan ku saat ini, dan mau tidak mau, terima atau tidak terima aku harus tetap mempertahankan hubungan ini apapun yang terjadi ke depannya. Franky akhirnya mengenalkan ku ke keluarga nya. Dan Alhamdulillah keluarga nya juga menyambutku dengan baik. Dan setelah keluarga nya tau status keyakinan aku.. Mereka menyarankan aku untuk masuk agama islam, dan demi hubungan yang sudah terlanjur itu aku pun meng-iyakan meskipun sebenarnya berat hati. Tepat nya bulan november 2017, benar ada nya aku kembali mengikrarkan keyakinan aku dengan membaca syahadat di depan seorang ustad di kantor urusan agama karawang. Surat keterangan Muallaf pun akhirnya aku terima. Semenjak itu aku mulai berusaha menyesuaikan diri dan belajar lagi tentang keyakinan aku ini, meskipun sebelumnya aku juga pernah memeluk agama islam ini. Iya aku berusaha meyakinkan diri aku untuk coba mendalami lagi agama islam lagi. Dan tepat nya tanggal 4 Mei 2018 akhirnya aku dan franky memutuskan untuk melangsungkan pernikahan secara sederhana. Iyah sekarang aku sudah syah menjadi nyonya franky. Kami melangsungkan pernikahan yang bisa di bilang sangat sederhana sekali, hanya akad nikah saja tanpa resepsi, dan hanya keluarga terdekat saja yang kami undang untuk menghadiri dan menjadi saksi dalam pernikahan kami, dan beryukurnya lagi ada kakak sepupu ku disini yang tinggal satu kota dengan ku yang bersedia dan rela membantu serta menyiapkan segala nya untuk kami berkumpul setelah akad nikah. Ya.. Waktu itu aku merasa lega sekali, karena akhirnya aku bisa melewati masa-masa itu.. Masa-masa yang bagiku sebuah perjuangan dan pengorbanan. Tapi ternyata pernikahan bukan lah akhir dari segala nya.. Melainkan ini merupakan awal kehidupan yang baru.. Awal kehidupan yang sebenarnya. Aku menjadi seorang istri yang harus melayani suami, dan bekerja karena waktu itu posisi franky sedang menganggur. Tidak jauh seperti waktu masih pacaran, pertengkaran pun masih sering terjadi di rumah tangga kami. Meskipun katanya kami pengantin baru yang harusnya masing romantis - romantisnya,, tapi ternyata itu tidak berlaku di dalam rumah tangga kami. Kami masih sering bertengkar, dan salah paham. Sama sekali jauh dari kata romantis, namun yang menjadi ucapan syukur aku kala itu ditengah2 konflik rumah tangga kami, Ternyata Allah masih mempercayakan aku untuk hamil lagi.. Masya Allah bahagia sekali rasanya waktu itu, tidak butuh waktu lama setelah menikah Allah telah mempercayakan lagi kepadaku untuk mengandung. Hanya saja ada sedikit rasa kecewa waktu itu yang sangat bikin aku terpukul, setelah aku beritahukan berita bahagia ini kepada suami ku, ternyata respon suami ku biasa saja. Dan kelihatan sekali kalau sebenarnya dia belum siap dan belum mau untuk memiliki keturunan. Namun aku coba untuk tetap tenang meskipun sering aku diam-diam nangis sendiri, dan perasaan sensitif itu kuat sekali, dikit dikit aku nangis, mudah emosi dan bawa perasaan, apa lagi dengan sikap suami aku yang seakan masa bodoh dan cuek dengan kondisi aku. tapi aku harus bertahan demi buah hati ku. Aku coba untuk berobat sendiri tanpa di temani suami untuk mengecek kandungan aku ke dokter. USG pertama hasilnya belum kelihatan, dokter bilang iya aku hamil, kntung janin terlihat namun janin nya nampak nya masih belum berkembang, dan dokter menyarankan aku bedrest dan makan makanan yang mengandung banyak asam folat dan gizi agar janin aku bisa cepat berkembang di dalam rahim. Dokterpun menyarankan aku kontrol lagi 2 minggu kemudian untuk melihat perkembngan nya. Namun 2 minggu kemudian aku tidak kembali checkup di dokter yang sebelumnya. Aku ganti dokter baru karena kata teman teman jangan konsultasi dengan satu dokter aja karena biasanya pemeriksaanya suka beda-beda, dan aku oun menuruti aku pikir tak apalah yang penting aku bisa tau bahwasannya bayiku sehat di dalam perut aku. Pemeriksaan kedua barulah suami ku ikut menemaniku untuk kontrol. Dan ternyata hasilnya masih sama waktu itu, seharusnya di usia kandungan aku yang memasuki 6 minggu, detak jantung janin sudah bisa terdengar tapi ternyata hasilnya zonk, bayiku pun tetap tidak tumbuh selayaknya di dalam rahim ku. Dan disini dokter pun masih tetap menyarankan aku untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan balik lagi untuk pemerikasaan lanjutan 2 minggu kemudian. Sedih, kecewa campur aduk pada waktu itu, dan akhirnya aku coba untuk rajin konsumsi buah2an, kacang hijau dan susu. Aku berusaha agar bayiku tumbuh di dalam perut aku, dan terakhir aku coba kontrol ke bidan yang katanya bidan ini bagus. Intinya apa yang kata orang bagus aku selalu ikutin. Ya pagi2 aku kesana untuk periksa dan masih di temani suami aku.. Setelah melawati beberapa tahap pemeriksaan ternyata hasil nya masih sama dengan yang sudah sudah. Ya Allah.. Hanya bisa menangis dalam hati sambil aku terus ikhtiar berharap ada keajaiban datang dari Allah untuk keluarga kecil ku. Dan tepat nya sabtu 7 juli 2018, aku pun harus di larikan kerumah sakit karena aku mengalami pendarahan hebat, dan ternyata Allah berkehendak lain, belum rejeki dan aku kehilangan lagi calon anakku yang kedua kali nya. Aku di rawat selama 3 hari di rumah sakit, tanpa kuret karena di USG rahimku katanya sudah bersih saking hebat nya pendarahan waktu itu hingga bikin aku tidak sadarkan diri. Namun disini aku masih berusaha kuat buat bisa menerima kenyataan, tidak ada satu pun pihak dari keluarga suami datang untuk menjenguk atau sekedar menanyakan kondisi aku waktu itu. Sedangkan mama ku sendiri sedang sama2 merawat keponakan ku juga yang bareng masuk rumah sakit karena DBD. Jadi kami berdua aku dan suami benar2 mandiri. Tapi alhamdulillah nya masih banyak teman teman yang peduli datang untuk menjenguk. Aku pun berusaha untuk bisa tersenyum ditengah2 duka yang sedang aku alami. . 😊😊
Sabtu, 06 April 2019
Lembaran baru
Langganan:
Postingan (Atom)